Tambang & Galian

8 April, 2011 Potensi
Tambang & Galian

Meskipun sangat potensial, sektor pertambangan dan bahan galian hingga kini masih memberikan kontribusi yang kecil terhadap pertumbuhan perekonomian daerah ini, yakni baru sekitar 7,37 persen. Tenaga kerja yang diserap sektor ini juga terbilang kecil, baru sekitar 5.818 orang. Padahal, berdasarkan stratigrafi wilayah geologis Kabupaten Barito Utara serta data inventarisasi sebaran mineral yang ada, di perut Bumi Seribu Riam ini terkandung beragam SDA yang potensial untuk dikembangkan. Mulai dari bahan galian logam seperti emas, batubara, minyak bumi, posfat, batu gamping, pasir kwarsa, antimonit, kaolin dan lempung/tanah liat.

Hingga kini, belum banyak penelitian intensif menyangkut sumber daya mineral yang ada di wilayah Kabupaten Barito Utara. Sehingga belum diketahui secara detail dan pasti, bagaimana potensi kandungan serta prospek sumber daya mineral tersebut, termasuk alokasi dan sebaran lahan usaha tambang. Karena itu, ada baiknya pemerintah kabupaten membuka peluang kepada institusi penelitian untuk menyusun dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang kini sudah banyak dikembangkan.

Kendatipun demikian, karena Pemerintah Kabupaten Barito Utara memproyeksikan bahwa bidang pertambangan dan penggalian ini, terutama batubara, bakal dikembangkan menjadi salah satu andalan yang mengkontribusi APBD, maka bidang inilah yang giat ditawarkan kepada investor, baik nasional dan internasional. Hingga kini, upaya serius dan proaktif yang dimotori pihak eksekutif tersebut mulai membuahkan hasil menggembirakan.

Read more

Industri & Perdagangan

8 April, 2011 Potensi
Industri & Perdagangan

Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengembangkan kebijakan industri, perdagangan dan investasi untuk meningkatkan daya saing global melalui keunggulan kompetitif (competitive advantage) berbasis keunggulan komparatif (compara­tive advantage) SDA dan SDM dengan menghapus segala bentuk hambatan dan perlakuan diskriminatif. Selain itu, sebagai tulang punggung perekonomian rakyat, maka pengembangan industri yang berskala kecil dan menengah berbasis sumber daya lokal lebih ditingkatkan.

Hingga kini, bidang industri dan perdagangan telah memberikan lapangan kerja sebesar 15.08 persen dengan jumlah pekerja sebanyak 11.910 orang (2003).